Advertising by :

Advertisement

Tuesday, May 6, 2008

Remedial

Language: Indonesia

Title: Remedial

Author: Sahara Mizuchikara

Genre: Humor, walaupun sebenarnya garing…

Dislcaimer: Bukan punya akiu… Karakter-karakternya punya Masashi Kishimoto.

Summary: Emangnye siape yang remedial…??

(AN: Maaf ya, kalo garing en nggak nyambung… authornya pun emang nggak nyambung (authornya masih pemula...)… Fanfic pertama akiu… Baca ya… )

Remedial

(emang siapa yang remedial sih?!)

Teras SMA Konoha…

“Duh, ujan! Kalau ujan jadi becek, kalo becek nggak ada ojek. Jadi gimana dong…?” sahut Ino sebal.

“Eh, Ino! Lo tuh ye, nggak banget sih! Masa trade mark-nya Cinta Laura lo copy sih?” ejek Sakura.

“Mending deh, dari pada elo. Nggak punya trade mark!” kata Ino makin sebal.

“Heh, siape bilang gue nggak punya trade mark?! Shannarooo!!” Sakura hendak memukul Ino, tapi…

“Shinranshin no jutsu! Lo nggak bisa ngapa-ngapai kan?!” kata Ino. Jutsunya membuat kaku badan Sakura.

Ukh, damn it! Kata Sakura dalam hati. Kapan-kapan mampus lo!

“Ah, itu dia! Sasuke!!” teriak Ino sekuat-kuatnya sambil melambaikan tangannya ke arah parkiran. Sementara yang dipanggil nggak negok dikitpun . Budeg apa? Wong semua orang yang nunggu di depan sekolah pada terganggu. Bahkan Kakashi-sensei yang sedang serius membaca (baca… ya… pokoknya baca itu deh…) pun merasa konsentrasinya buyar (Nggak salah?! Kan otaknya memang nggak beres kalau lagi baca?!).

“Heh, ribut banget sih lo, Ino!” tegur Tenten yang lagi duduk dengan Hinata. Nunggu jeputan ayah Hinata gitu loh! Sekalian nebeng...

Sementara itu Sakura yang badannya udah mulai nggak kaku lagi pergi mengejar Sasuke sebelum ia pergi dengan Thunder-nya.

“Sasuke! Tunggu sebentar!” teriak Sakura sambil lari. Sasuke yang mendengarpun merespon.

“Ada apa, Sakura?”

“Ano, Sasuke-kun… Kamu bisa anter aku ke rumah nggak? Ibuku nggak jadi jeput. Beliau ada…” kalimat Sakura dipotong.

“Kenapa nggak bareng Ino aja?” tanya Sasuke kalem.

“Ayahnya jeput naik motor, aku mana bisa ikutan nebeng. Kamu nggak bareng si bodoh kan…?” kata Sakura dengan wajah memelas. Acting… action!

Si bodoh itu lagi remedial. Ya udah, naiklah,” kata Sasuke kemudian.

Inner Sakura: Shannarooo!! Berhasil!! Mampus lo Ino!

Kemudian Sakura nebeng dengan Sasuke. Walaupun hujan kena dikit nggak apa-apalah yang penting… Hihihihihi… Sakura cekikikan dalam hati.

Waktu mereka berdua (bertiga, sama motornya) melewati gerbang sekolah… Ino melihatnya…

“Ah! Sakura! Awas lo! Beraninya lo nyerobot bagian gue!” treak Ino lebih keras dari pada yang tadi. Bikin kuping orang-orang yang lagi nuggu disitu pada budeg. Bedengiiiiing. Suaranya melebihi geledek deh. Bahkan Asuma-sensei yang lagi minum kesedak, nyembur…! Jadi bikin repot Kurenai-sensei yang ada disebelahnya deh…

Sakura hanya menjulurkan lidahnya. Weee… rasain lo, Ino… Dan mereka pergi… eh, pulang bareng.

“Uhuk, Uhuek! Ino! Suara kamu jangan kenceng banget gitu dong!” ujar Asuma dibalik batuknya. Untung nggak kronis, dia kan perokok berat juga…

“Woi, Ino! Budeg tau!!” omel Tenten. Sementara Hinata yang disebelah Tenten pingsan. Untung Neji nampung sepupunya itu sebelum jatuh. Duh… bikin repot semua orang. Bahkan Shikamaru yang ada diparkiran (lagi nunggu Chouji yang… beli keripik kentang) bisa mendengar treakan Ino, dan berkomentar pendek, “Mendokuse…”

Tak lama kemudian, ayah Ino menjemput. Kemudian disusul Jaguar keluarga Hyuuga. Satu persatu mulai pulang meninggalkan sekolah. Makin lama makin sepi. Semuanya sudah pulang.

Semantara itu yang lagi remedial…

“Yeah! Selesai juga! Eh, Ebisu-sensei, ini. Aku boleh pulang ‘kan?”

“Hm… hm…” Ebisu memeriksa ulangan remedial Naruto.

“Masih belum tuntas, Naruto! Kerjakan ini lagi!”

“Ah, Ebisu-sensei! Kenapa sih?! Aku rasa aku sudah mengerjakannya dengan amat sangat baik sekali!!”

“Kau rasa. Aku rasa tidak,” jawab Ebisu dengan tenang.

“Ah, tidak! Aku mau pulang saja!” kata Naruto keras kepala.

“Kau pulang atau nilaimu merah dan kau tidak naik kelas…?” tanya Ebisu dengan efek kacamata hitamnya. Clink!

Muka Naruto jadi pucat karena mendengar kata tidak naik kelas.

“Ah… baiklah…”

Dengan lemas Naruto mengerjakan remedialnya yang kedua…

…puluh tiga kalinya…

Lagi, lagi dan lagi… aku remedial… batin Naruto.

“Aku lapar sekali… aku mau ramen, dattebayo…”

The End

Nggak jelas, nggak nyambung en garing ya…? Sori…

Review ya…

Salam.

No comments: